Menu
Fisika-Matematika-Bahasa Indonesia-IPA-IPS

TPSA Banyuurip Magelang Overload Sejak 2017, Begini Penampakannya Terkini

  • Share


Magelang

Kondisi Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Banyuurip Magelang sudah overload. Tiap harinya sekitar 60 ton sampah dari wilayah Kota Magelang masuk di TPSA ini.

Pantauan detikJateng, TPSA Banyuurip ini berada di wilayah Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Meski berada di Kabupaten Magelang, TPSA Banyuurip ini pengelolaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang. Sehingga sampah yang berasal dari wilayah Kota Magelang masuk di TPSA Banyuurip.

“(Tiap hari) Seperti itu kurang lebih 60 ton (sampah). Overload, sejak tahun 2017 sudah dinyatakan overload. Penataannya tidak bisa ke samping kanan, kiri, bisanya ke atas (menumpuk) karena lahan yang ada ke atas. Kanan kiri sudah penuh lahannya,” kata Kepala UPT TPSA Banyuurip, Sobron, saat ditemui di kantornya, Selasa (27/9/2022).



“Mayoritas sampah keluarga, jadi 70 persen sampah keluarga, 30 persen dari pasar, keramaian, dari fasilitas umum,” lanjutnya.

Suasana di TPSA Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Selasa (27/9/2022). TPSA ini dikelola oleh Pemerintah Kota Magelang.Suasana di TPSA Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Selasa (27/9/2022). TPSA ini dikelola oleh Pemerintah Kota Magelang. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Luas TPSA Banyuurip total 6,1 hektare. Sepertiganya atau sekitar 2 hektare dipakai untuk tempat sampah. Selebihnya untuk penghijauan, gedung, kantor, gudang, dan garasi. Khusus tempat membuat sampah ini dibagi dalam 4 sel.

“Kita menggunakan sel (tempat pembuangan) aktif satu, kemudian yang sel pasif ada empat. Artinya sel pasif itu dari sel aktif yang konon sudah tidak terpakai karena sudah penuh. Sekarang satu sel aktif, yang tempat membuang sampahnya, tapi yang pasif tidak untuk membuang karena sudah penuh. Ketinggian sel pasif kurang lebih 8 meter,” jelasnya.

TPSA Banyuurip dibangun sekitar tahun 1993, kemudian 1994 mulai dioperasikan. Pengadaan lahan ini dilakukan Pemkot Magelang.

Sementara itu, salah satu warga yang rumahnya berjarak sekitar 300 meter dari TPSA Banyuurip, mengeluhkan bau busuk yang menyengat dan serangan lalat.

“Keluhannya bau sama lalat (serangan),” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis.

Simak Video “Wisata Negeri Kayangan Magelang Suguhkan Keindahan Kabut dan Gunung
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)



Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *