Menu
Fisika-Matematika-Bahasa Indonesia-IPA-IPS

Hari Evolusi 24 November, Sejarah dan Perkembangan Teorinya

  • Share


Solo

Hari Evolusi atau Evolution Day diperingati tiap tanggal 24 November atau tepat pada hari Kamis (24/11/2022) besok. Berikut sejarah tentang Hari Evolusi yang menandai ulang tahun publikasi karya Charles Darwin dan teori evolusinya.

Sejarah Hari Evolusi 24 November

Dilansir situs Assemblies For All, pada 163 tahun silam atau tanggal 24 November 1859, publikasi ilmiah berjudul ‘On the Origin of Species’ karya Charles Darwin diterbitkan. Terbitnya buku yang sampai sekarang masih terus dicetak ulang itulah yang menjadi tonggak perayaan Hari Evolusi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, evolusi ialah perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit). Evolusi menghasilkan perubahan bentuk menjadi lebih baik atau lebih kompleks.



Dikutip dari situs Britannica, teori evolusi pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin melalui bukunya, ‘On the Origin of Species’. Sejak itu Charles Darwin dikenal sebagai Bapak Evolusi.

Dalam buku tersebut, Charles Darwin menyatakan gagasan bahwa evolusi terjadi karena seleksi alam. Dia juga mencetuskan teori bahwa evolusi merupakan cara alami makhluk hidup dalam beradaptasi terhadap lingkungannya.

Teori Evolusi Menurut Pakar UGM

Menurut Drs Bambang Agus Suripto SU MSc, dikutip dari situs resmi UGM, ide tentang terjadinya evolusi biologi sudah lama menjadi pemikiran manusia. Di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi Darwin yang paling dapat diterima.

Namun, hingga saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori evolusi Darwin. Meski demikian, secara ilmiah teori Darwin belum runtuh, sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan tersebut.

Dalam Diskusi Serial Pemikiran ‘Great Thinkers’ di Gedung Perpustakaan Pascasarjana UGM beberapa waktu lalu, Bambang Agus Suripto membawakan makalahnya untuk memahami kembali ‘Teori Evolusi Charles Darwin’.

Dalam diskusi tersebut, Bambang Suripto menerangkan pada tahun 1858 Charles Darwin mengajukan dua teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui alam.

“Perkembangan tentang teori evolusi memang sangat menarik untuk diikuti. Darwin pun berpendapat bahwa berdasar polanya evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasar hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru,” kata Bambang Suripto, dikutip dari ugm.ac.id yang diakses pada Rabu (23/11).

Dalam perkembangannya, teori evolusi Darwin mendapat tantangan terutama dari golongan agama dan penganut paham teori penciptaan atau Universal Creation, dengan berbagai dukungan dan pengayaan terbaru.

Dengan demikian, teori evolusi pun juga berevolusi. Sehingga teori evolusi biologi yang dikenal dengan istilah ‘Neo-Darwinian’ dan Modern Sintesis, bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin.

“Berbagai istilah hasil pengayaan menjadi cermin pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi ini. Dari sini pun dikenal berbagai istilah seperti berdasar kecepatan evolusi (evolusi quasi dan evolusi quantum), berdasar arah adaptasi (evolusi divergen dan evolusi konvergen), berdasar polanya (evolusi gradual, evolusi punctual, dan evolusi saltasi) dan berdasar skala produknya dikenal evolusi makro dan evolusi mikro,” terang Bambang dalam diskusi itu.

Simak Video “Wujud Buku Catatan Charles Darwin yang Akhirnya Ditemukan
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)



Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *