Menu
Fisika-Matematika-Bahasa Indonesia-IPA-IPS

Asal Mula Danau Toba Di suatu desa di Pulau Sumatera, ada seorang petani yang sangat rajin bekerja. Sehari-hari, Ia menggarap ladangnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, karena belum memasuki musim panen, sang petani pun pergi ke sungai untuk mencari ikan. Setelah menunggu cukup lama, petani pun mendapat banyak ikan. Saat sedang bersiap-siap pulang, dari kejauhan terdengar suara minta tolong. Petani pun segera menghampiri asal suara tersebut. Ia menemukan seorang putri yang kakinya terjerat kail pancing milik petani lain. Ia pun segera membantu sang putri. Putri pun berterima kasih kepada sang petani. Sang putri dan Petani akhirnya menjadi sebuah keluarga yang rukun. Sebelumnya, sang putri pernah berpesan kepada petani untuk tidak menceritakan tentang pertemuan mereka kepada siapapun, termasuk anak mereka nanti. Petani pun menyanggupi permintaan tersebut. Setelah beberapa tahun, mereka memiliki seorang anak laki-laki yang gagah. Ia dikenal sebagai anak yang patuh dan suka membantu kedua orang tuanya. Anak tersebut juga dikenal suka sekali makan dan selalu merasa tidak kenyang. Suatu ketika, anak tersebut minta oleh ibunya untuk mengantar makanan pada ayahnya yang sedang bertani di ladang. Ia pun mematuhi perintah ibunya dan bergegas menuju ladang. Namun, di tengah perjalanan, ia merasa sangat Iapar. Anak laki-laki itu pun memakan bekal makanan untuk ayahnya. Setelah merasa cukup kenyang, ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia tidak jadi pergi ke ladang karena takut dimarahi oleh ayahnya. Sementara itu, telah lama menunggu bekal makanan yang tidak kunjung datang, ayah anak laki-laki itu pun kembali ke rumah. Ia ingin bertanya kepada ibu dan anaknya mengapa bekal makanan untuknya tidak diantar ke ladang. “Nak, di mana bekal makanan untuk ayah? Mengapa kau tidak mengantarkannya seperti biasa?" tanya sang ayah pada anaknya. Saat itu, di rumah hanya ada anak tersebut dan ayahnya. Dengan terbata-bata, anak itu pun menjawab bahwa bekal milik ayahnya sudah habis dimakan olehnya. Walaupun kesal, sang ayah hanya menghela napas. Ia pun duduk dan mencari makanan yang tersisa di meja. Ternyata, masih ada ikan di sana. "Syukurlah masih ada ikan untuk di makan. Rasanya sudah cukup lama aku tidak makan ikan sejak kejadian itu," gumam sang ayah. Melihat ikan tersebut, sang ayah kembali teringat tentang kisah pertemuannya dengan sang putri. Hal itu pun membuatnya ternyum sendiri. Sang anak tampak bingung melihat ayahnya hanya tersenyum sambil memandangi ikan yang akan dimakannya. "Mengapa Ayah hanya memandangi ikan itu sambil tersenyum" tanya anaknya. Sang ayah kemudian menceritakan kepada anaknya tentang kejadian saat ia dan ibunya bertemu untuk pertama kali. Sang ayah seketika lupa akan janjinya untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada anaknya. Saat sedang tengah asyik bercerita, tiba-tiba terdengar suara hentakkan pintu. Ternyata, itu adalah ibu dari anak laki-laki tersebut. Sang ibu sangat terkejut melihat ayahnya yang sedang asylk bercerita kisah awal pertemuan mereka. "Mengapa kau melanggar janjimu" ucap sang ibu kepada ayah. Ayah dari anak laki-laki itu pun tak kalah terkejutnya saat melihat sang ibu yang sudah berada di dekat pintu. Ia pun segera meminta maaf karena telah melanggar janjinya. Namun, sang ibu sudah sangat sedih mengetahui hal tersebut. Ia hanya diam dan tak berkata apa pun. Kemudian, sang ibu mengajak anaknya untuk segera pergi dari rumah. Mereka berdua pun pergi dan meninggalkan ayah yang sedang menangis penuh penyesalan. Sang ayah berusaha menahan mereka untuk tetap tinggal, namun gagal. Kini, hal yang tersisa hanya jejak kaki anak dan ibu di depan pintu rumah. Lalu tiba tiba, dari bekas jejak kaki tersebut enyemburlah air yang sangat deras. Air itu pun terus keluar dan menyebar ke sekeliling rumah hingga akhirnya terbentuklah sebuah danau. Danau itulah yang dikenal sebagai Danau Toba. Sumber: Ghulam Pramudiana dalam http:www.ceritaanak.org/index.php/menu-cerita-rakyat/60-cerita-rakyat-asal-usul-danau-toba?showall= 1, diakses pada tanggal 11 Januari 2017, dengan penyesuaian 2. Mengapa tokoh tersebut d ijadi kan sebagai tokoh utama?

No More Posts Available.

No more pages to load.